Tuesday, November 23, 2021

SMILING WEST JAVA DIRECT PROMOTION singgah ke Medan

Terletak di bagain Barat Pulau Jawa. Provinsi Jawa Barat merupakan bagian dari rangkaian Zambrud Khatulistiwa. Daerah ini kaya akan Sumber daya alam dan destinasi wisata.Mulai dari seni budaya, dan produk-produk unggulan daerah yang berkualitas, berdaya saing, dan layak jual serta diminati oleh wisatawan.

Dalam rangka pengembangan promosi kepariwisataan dan meningkatkan dan menguatkan citra destinasi pariwisata di Jawa Barat. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui Sub Divisi Pariwisata melaksanakan promosi pasar inbound bertema “Smiling West Java Direct Promotion” bertempat di Hotel Emerald Garden Medan Sumatera Utara (22/11/21). 

Kegiatan “Smiling West Java Direct Promotion” dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Chandrawulan, S.STP.,M.A.P, “direct promotion di provinsi sumatera utara ini bertujuan untuk meningkatkan brand awarness pariwisata jawa barat kepada pasar pariwisata di provinsi sumatera utara; serta untuk dapat meningkatkan pergerakan dan kunjungan wisatawan khususnya yang berasal dari provinsi sumatera utara ke jawa barat.”

Kegiatan ini berkolaborasi bersama Asosiasi-asosiasi, seniman/budayawan dan akademisi pariwisata Jawa Barat. Dan menghadirkan 25 sellers industri pariwisata Jawa Barat dengan 50 buyers dan undangan lainnya yang bergerak di industri pariwisata, dengan harapan Event yang mepertemukan sellers dan buyers di Provinsi Sumatera Utara ini untuk menyambut masa liburan tahun baru 2022 dan menghadapi kebangkitan industri pariwisata pada pasar inbound  di Jawa Barat.


    Kepala Bidang Bina Pemasaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ibu Laila Jamilah Lubis, SE

Sementara itu Kepala Bidang Bina Pemasaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Laila Jamilah Lubis, SE dalam sambutannya mengucapkan "Dengan dilaksanakannya sales mission oleh pemerintah provinsi jawa barat di harapkan terjadi tukar menukar informasi dan bahkan terjadi transaksi bisnis melalui perjalanan paket wisata antara provinsi jawa barat dan sumatera utara, dengan terjadinya transaksi tersebut tidak hanya wisawatan yang dari sumatera utara yang bekunjung ke provinsi jawa barat tetapi wisatawan asal jawa barat juga berkunjung ke sumatera utara”. Laila Jamilah Lubis sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai harapan positif dalam beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi untuk kembali membangkitkan ekonomi pariwisata nasional yang merupakan salah satu langkah kongkrit untuk mempercepat pemulihan kembali ekonomi khususnya sektor pariwisata bagi Jawa Barat dan Provinsi Sumatera Utara”.
Sementara itu acara utama Table Top dilaksanakan dengan konsep Round Robin, para sellers berdiskusi dengan para buyers secara bergiliran untuk menawarkan paket-paket menarik yang telah mereka persiapkan. Pada malam harinya, acara dilajutkan dengan gala dinner untuk memberikan apresiasi kepada para buyers yang sudah memenuhi undangan. Selain itu, para peserta disuguhi hiburan interaktif kesenian khas Jawa Barat dari Sanggar Angklung Udjo dan diselingi dengan pembagian door prize.

 “Smiling West Java Direct Promotion” adalah Langkah percepatan pemulihan dan transformasi ekonomi daerah di Provinsi Jawa Barat khususnya sektor pariwisata yang dilakukan oleh Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Sub Divisi Pariwisata.  “Smiling West Java Direct Promotion” selanjutnya akan dilaksanakan di Balikpapan pada 28 November 2021.

Monday, November 8, 2021

Hotel Miga Beach dan segala keindahannya

           sumber : instagram @hotelmigabeach

Hotel Mega Beach merupakan salah satu penginapan yang paling direkomendasikan di kota Gunung Sitoli. 


kamar Hotel Miga Beach,Sumber : instagram @hotelmigabeach

Hotel ini memiliki konsep unik dan berbeda di setiap kamarnya. Saat kamu memasuki bagian kamar, kamu akan melihat perabotan unik yang terbuat dari kayu, tak hanya lemari dan meja saja, di beberapa kamar kamu bisa menjumpai pajangan pajangan etnik yang sangat menonjol.
         sumber : instagram @hotelmigabeach

Mulai dari lukisan hingga ukiran ukiran kayu. Begitupun dengan tempat tidurnya yang sangat unik.

          sumber : instagram @hotelmigabeach

Selain ciri khas kamarnya yang sangat terasa, dihotel ini juga kamu bisa menikmati pantai yang indah yang langsung menghadap ke laut lepas, dan juga halaman hotel yang sangat luas dan asri ditumbuhi pepohonan.

           sumber : instagram @hotelmigabeach

Kamu dan rombongan bisa menikmati suasana hangat dengan bonus keramahan dari sang empunya tempat Bapak Agus Mendrofa. Beliau sosok yang sangat inspiratif, aktif dan menyenangkan.

Kalau kamu beruntung bisa bertemu beliau kamu akan merasakan energi positif yang disalurkan oleh Pak Agus. selain mengurus keperluan Hotel beliau ternyata juga pecinta Fotografi dan masak memasak, jadi kalau kamu bermalam di Hotel Miga Beach jangan lewatkan untuk mencoba "Megalithic Lobster" yang hidup dikedalaman 500-700 meter di bawah permukaan laut. Sssttt masakan lobster ini khas dari Hotel Miga Beach loh..

Pemandangan matahari pantai yang sangat indah dari Hotel Miga Beach akan membuat kamu betah berlama lama di sini.

Jadi kalau berlibur di kota Gunung sitoli jangan sampai melewatkan bermalam di Hotel Miga Beach, jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Bandara Binaka hanya sekitar 20 menit ditempuh dengan berkendara.



Alamat : 
Jl. Diponegoro No.507, Fodo, Gn. Sitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Indonesia

Thursday, November 4, 2021

DisbudPar Sumut Menggandeng GenPI Sumut Adakan FamTrip ke Pulau Nias.

Acara Fam Trip Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara dengan tujuan  Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunung Sitoli sejak tanggal 31 Oktober hingga 3 Nopember  2021 yang diikuti oleh para Jurnalis,Influencer, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI)  Sumut berlangsung sukses.

  Foto bersama saat malam seremoni penutupan

Acara Fam Trip ini sendiri telah ditutup secara seremoni pada hari Selasa  malam tanggal 2 November di Area terbuka Miga Beach Hotel, Kota Gunung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunung Sitoli, Meiman Kristian Harefa, S.Sos, MSP didampingi Kasi Sadar Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Dra.Elly Sary Sitepu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunung Sitoli, Meiman Kristian Harefa, S.Sos, MSP mengapresiasi dan sangat berterimakasih kepada semua peserta Fam Trip dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara yang telah memberi perhatian terhadap promosi dan pengembangan kepariwisataan di Kepulauan Nias.” 

                    Desa Wisata Hilisimaetano

Hari pertama FamTrip dimulai dengan mengunjungi Desa Wisata Hilisimaetano, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (31/10/2021). Desa Hilisimaetano merupakan desa adat tertua di Kabupaten Nias Selatan yang mendapatkan penganugrahan sebagai desa wisata Indonesia 2021 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desa ini memiliki ragam atraksi budaya seperti Lompat Batu, Famadaya Harimau, Maluaya (Tari Perang), Hoho, Fogaele, dan Fo’ere. Selain itu terdapat juga susunan rumah adat yang masih terpelihara, rapi, dan tradisi kerajinan tangan yang masih dilakukan sampai sekarang. Seperti Anyaman, Pahatan, Ukiran, dan Pandai Besi (Manofa). Rombongan Fam Trip disambut sangat meriah dengan atraksi atraksi Budaya yang sangat luar biasa dari siang hingga malam hari.

Hari Kedua Rombongan mengunjungi Pantai Sorake, di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Pantai Sorake juga dikenal sebagai salah satu tempat surfing terbaik di Dunia, bahkan disebut sebut nomor 2 terbaik setelah Hawai. 

Selanjutnya, setelah dari Pantai Sorake rombongan bergerak ke Desa Bawomataluo, yang terletak di Kecamatan Fanayama, Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan.

Desa Bawomataluo diperkirakan sudah ada sejak abad ke-18. Desa ini berada pada ketinggian 270 meter di atas permukaan laut.

Saat memasuki desa ini, Rombongan disambut dengan tangga beton yang menyerupai punden berundak-undak dengan jumlah anak tangga tahap  pertama 7 buah sedangkan, tangga tahap kedua berjumlah 70 buah. Rumah-rumah di desa ini saling berhadapan dengan jalan berada di tengah membentang ditengah. Pada bagian tengah kompleks terdapat halaman yang terbuat dari susunan batu yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan upacara adat dan ritual.

              Desa Adat Hilinawalo Batusalawa

Setelah beristirahat makan siang,masih dihari kedua Fam Trip, rombongan bergerak menuju Desa Adat Hilinawalo Batusalawa, masih di Kabupaten Nias Selatan. Masih sama dengan perkampungan adat di Desa Hilisimaetano,dan Desa Bawomataluo, rumah rumah adat disini berjejer berhadapan dengan jalan lebar berada ditengah. Kali ini rombongan disambut penari penari adat cilik, dan diiringi musik tradisional Nias.

      menikmati bandrek di air terjun Sihugo – Hugo

Tidak jauh dari perkampungan Hilinawalo rombongan diajak menuju air terjun Sihugo – Hugo.Air terjun yang berasal dari sumber mata air alami langsung dari pegunungan .Wisata dengan kemah juga dipersiapkan di sekitar air Terjun SiHugo- Hugo ini.

                   Rumah Adat Omo Hadalaraga 

Selanjutnya di Hari Ke Tiga, rombongan menuju Desa Tumori. Desa Tumori adalah salah satu desa di Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli. Yafaowolo Gea dari Dinas Pariwisata Gunung Sitoli menjelaskan bahwa Desa Tumori mempunyai bentuk rumah adat yang berbeda dari Rumah Adat di Nias Selatan. Kalau di Nias Selatan Rumat Adatnya persegi Panjang ,maka di Desa Tumori ini Rumah Adatnya berbentuk Oval, dan menurut ahli arsitektur yang mempelajari tentang rumah adat di Asia, Rumah Adat Omo Hadalaraga yang berada di Desa Tumori ini sudah berusia lebih dari 100 tahun dan merupakan Finest Vernacular Architecture in Asia ( Rumah Adat Terbaik di Asia ) karena berbentuk oval dan pondasi tidak berada di dalam tanah, namun diletakkan diatas batu agar tahan gempa dan tsunami. Ada sekitar 10 Rumah Adat Omo Hadalaraga di Desa Tumori ini.


      Artefak Purbakala Di Musem Pusaka Nias

Masih di hari yang sama tujuan selanjutnya ke Museum Pusaka Nias . Museum Pusaka Nias terletak di Jl. Yos Sudarso no.134-A, Kota Gunung Sitoli. Museum pusaka Nias didirikan oleh seorang Pastor, Namanya Pastor Johanes pada tahun 1995. Ruang pameran terdiri atas 5 ruangan.

Ruangan pertama berisi tentang keagungan masa lalu. Peralatan penyuguhan sirih sebagai penghormatan kepada tamu,perhiasan dari emas,dll.

Ruangan kedua berisi tentang bukti-bukti material yang digunakan dalam pesta seputar kejelasan dan peneguhan status.Berisi berbagai perhiasan dan barang-barang berharga lainnya, peralatan dapur, dan peralatan jamuan yang terbuat dari kayu, batu, dan keramik.

Ruangan ketiga berisi tentang peralatan tentang keseharian. Peralatan rumah tangga, hingga teknologi rumah tangga, kesenian, pertanian, pertukangan, perburuan kepala manusia, perburuan hewan untuk makanan dan lain sebagainya

Ruangan Keempat berisi tentang peristiwa penting dalam kehidupan orang Nias yang diabadikan melalui batu.

Ruangan kelima berisi tentang kegiatan pameran temporer, ceramah, audio visual, diskusi untuk pendidikan pusaka bagi pengunjung, dan lainnya.

      Pantai Tureloto kec Laweha, kab Nias Utara

Tujuan terakhir Rombongan di hari ketiga menuju Pantai Tureloto Pantai yang terletak di Kecamatan Laweha, Kabupaten Nias Utara ini dikenal sebagai Laut Mati-nya Nias. Di sini, Anda bisa merasakan sensasi mengapung di pantai tanpa harus jauh-jauh datang ke Yordania.

Kordinator Harian GenPI Sumut mengatakan ” terima kasih sebesar-besarnya GenPI Sumut ucapkan kepada Disbudpar Sumut yang sudah mengajak GenPI Sumut Dalam Kegiatan famtrip ke Pulau Nias, kita kenal Pulau Nias Memiliki sejuta keindaan pantainya dan keunikan Budayanya, ini yang menjadi keingginan kami terus membuat konten yang dapat kami publis dimedia sosial dan kami ucapkan terima kasih kepada Disporabudpar Nias Selatan atas jamuan yang sangat luar biasa” ungkapnya.

SMILING WEST JAVA DIRECT PROMOTION singgah ke Medan

Terletak di bagain Barat Pulau Jawa. Provinsi Jawa Barat merupakan bagian dari rangkaian Zambrud Khatulistiwa. Daerah ini kaya akan Sumber d...